Minggu, 22 Februari 2009

Pastel n Pizza, Rijstafel

Satu lagi tempat makan di Bogor yang bisa kalian coba yaitu Rijstafel, Pastel n Pizza. Terletak di jalan Binamarga tak jauh dari Terminal Baranang Siang membuat tempat makan yang satu ini sangat mudah untuk dijangkau. Weekend kemarin, gw menyempatkan diri untuk mampir dan memuaskan rasa penasaran pada tempat ini. Pelayan2 yang sangat ramah, mulai dari penjaga parkir - parkir gratis bo..- hingga pelayannya akan menyambut kalian sejak kalian datang. Tempat ini juga memiliki fasilitas mushola di lantai dasar lengkap dengan peralatan solatnya. Satu yg jadi perhatian gw adalah desain toiletnya unik sampe2 pengen nge-desain toilet kayak gitu kalo punya rumah sendiri nanti hehe...
Setelah memilih kursi nomer 13 yang berada dekat jendela, kami beralih ke makanan, gw memesan pastel schottel reguler (Rp. 19000an) yang jika diukur pada skala subjektif gw n teman yg saat itu mencicipi, kita sepakat memberi nilai 2 (scale 1-5) coz menurut gw c kurang bumbu gimana .. gitu jadi kurang menggigit. Teman pun memesan menu Rijstafel (Rp 48000) dimana menu set ini berisi nasi putih lengkap dengan berbagai lauk dari nusantara seperti ayam bakar santan, karedok, sayur buncis, dua jenis sambal, kangkung hot plate, disetai snack kue pisang dan minuman dari Bali (tapi isinya kayak cendol) buat para perut karung set menu ini pasti cocok sekali. (untung dia perut karung..thank God..)
Menu lain yang kami pesan adalah tentu saja Pizza meterannya, karena inilah menu andalan disini. Kami memesan 1/4 meter pizza dengan harga Rp 36000 dengan topping beef dan tuna mayo, berisi 4 slice pizza berukuran seperti terlihat di gambar. Rekomendasi gw adalah tuna mayo pizza dimana paduan topping tuna, mayonaise dan jagung (bisa ditambah saus) merupakan paduan yang sangat oke.. (score : 3.75)

Untung minumnya kami memesan juice berry dan jus sirsak. Sebagai makanan tambahan kami memesan kembang tahu yang hangat dan segar. Bagi yang belum pernah mencicipi, kembang tahu ini adalah minuman yang terbuat dari kembang tahu (of course) dan kuah jahe yang segar. (apalagi saat itu lagi ujan2 dan dingin, so, oke bgt deh) . Jika masih kurang, kalian bisa memesan es pala yang pastinya sangat menyegarkan.

(thanks to aa, ntar kita berkelana lagi yah..)

Label:

Kamis, 12 Februari 2009

combro salemba

Gals.. ada lagi nih info snack yang rasanya okee... bgt.. You all know combro? yes, that's right. It is kind of snack yang terbuat dari singkong yang diisi oncom. Yang istimewa dari combro salemba yang buat gw adalah combro paling enak yang pernah gw makan (kalo da yang lebih enak lagi kasih info doong...) , di dalamnya selalu diselipkan sebuah cabe rawit yang kalo kegigit pas lo lagi sariawan mmhhmmm.... kerasa banget pedesnya.
Selain combro ada juga snack lain namanya misro, yang masih terbuat dari singkong yang diparut tapi isinya gula merah. Buat yang suka manis, snack ini pasti cocok n bikin nagih.
Harga snack yang imut-imut ini each Rp 500 saja. Gerobak biru (sekarang masih biru, i will update the info =)) si abang berlokasi di jalan salemba pas belokan tempat ngetem mikrolet JP04. Belinya agak pagi yah, coz kalo dah siang si abang sudah melanglang buana entah kemana..

Label:

Senin, 02 Februari 2009

KEJU


Keju (diambil dari bahasa Portugis queijo) adalah makanan padat yang dibuat dari susu sapi, kambing, domba, dan mamalia lainnya. Keju dibentuk dari susu dengan menghilangkan kandungan airnya dengan menggunakan kombinasi pengasaman. Bakteri juga digunakan pada pengasaman susu untuk menambahkan tekstur dan rasa pada keju. Pembuatan keju tertentu juga menggunakan jamur.

Ada ratusan jenis keju yang diproduksi di seluruh dunia. Keju memiliki gaya dan rasa yang berbeda-beda, tergantung susu yang digunakan, jenis bakteri atau jamur yang dipakai, serta lama fermentasi atau penuaan. Faktor lain misalnya jenis makanan yang dikonsumsi oleh mamalia penghasil susu dan proses pemanasan susu.

Keju berharga karena umurnya yang tahan lama, serta kandungan lemak, protein, kalsium, and fosforusnya yang tinggi. Keju lebih mudah kecil dan lebih tahan lama dari susu.


Keju sudah diproduksi sejak zaman prasejarah. Tidak ada bukti pasti dimana pembuatan keju pertama kali dilakukan, di Eropa, Asia Tengah, maupun Timur Tengah, tetapi praktek pembuatan keju menyebar ke Eropa sebelum zaman Romawi Kuno, dan penurut Pliny, pembuatan keju telah menjadi usaha yang terkoordinasi pada masa Kekaisaran Romawi.

Perkiraan awal adanya pembuatan keju adalah antara 8000 SM (ketika domba mulai diternakkan) sampai 3000 SM. Pembuat keju pertama diperkirakan adalah manusia di Timur Tengah atau suku-suku nomaden di Asia Tengah. Bukti arkeologis pertama tentang pembuatan keju ditemukan pada mural di makam Mesir Kuno, yang dibuat pada 2000 SM.

Mitologi Yunani Kuno menyebutkan Aristaeus sebagai penemu keju. Odyssey tulisan Homer (800 SM) mengatakan bahwa Cyclops membuat keju dengan menggunakan dan menyimpan susu domba dan
kambing.

Pembuatan Keju

Prinsip pembuatan keju adalah fermentasi asam laktat yang terdapat dalam susu. Proses pembuatan keju diawali dengan memanaskan/pasteurisasi susu, kecuali pada jenis2 keju tertentu seperti Emmentaler dari Swiss yang menggunakan susu mentah. Kemudian zat pembantu
penggumpalan (rennet, sejenis enzim penggumpal yang biasa terdapat dalam lambung sapi dan/atau bakteri yang dapat mengasamkan susu) ditambahkan.

Tergantung metodenya, setelah setengah sampai 5 jam, susu akan menggumpal sehin
gga terpisah menjadi sebuah gumpalan besar (curd) dan bagian yang cair (whey). Gumpalan ini dipotong-potong menjadi bagian-bagian yang sama besar, agar bagian yang cair (whey) semakin banyak yang keluar. Semakin kecil potongan, semakin sedikit cairan yang dikandung oleh keju nantinya, sehingga keju semakin keras. Potongan-potongan ini kemudian diaduk, dipanaskan, dan kadang dipress untuk menghilangkan lebih banyak lagi cairan.

Setelah itu, bakal keju yang masih lunak itu dibubuhi jamur dan dibentuk. Lalu diolesi atau direndam dalam air garam untuk membunuh bakteri merugikan yang mungkin terdapat di dalamnya.
Ada juga jenis keju yang direndam sebelum diberi jamur. Terakhir, bakal keju dimatangkan dalam kondisi tertentu. Semakin lama dimatangkan, keju akan semakin keras.

Proses pembuatan keju

Pengecualian dari proses di atas tentu saja banyak dijumpai. Keju segar (fresh cheese) seperti cottage cheese atau Ricotta misalnya, tidak perlu mengalami proses penggaraman dan pematangan
. Selain itu, banyak jenis keju segar yang terbuat bukan dari gumpalan (curd), melainkan justru dari bagian yang cair (whey) yang dipanaskan hingga menggumpal.

Jenis-Jenis Keju


1. Keju segar (fresh/unripened) yang tidak mengalami proses pematangan. Rasanya biasanya netral dan tidak begitu asin, berbentuk seperti krim karena mengandung lebih dari 70% air, serta tidak begitu awet. Contohnya Cottage, Philadelphia dari Amerika Serikat, Ricotta, Mascarpone dari Italia . Mozzarella yang biasa ditaburkan di atas pizza pun ternyata termasuk keju fresh, karena walaupun bentuknya semikeras, ia tidak mengalami proses pematangan.

Gambar : Mascarpone Cheese.


2. Keju lunak, baik yang berkulit seperti Brie, Camembert dari Perancis maupun yang tanpa kulit seperti Limburger si super bau dari Belgia dan Feta dari Yunani. Ciri utamanya adalah memiliki konsistensi yang empuk dan lembut, walaupun agak sulit dioleskan. Dalam proses pembuatannya, gumpalan (curd) dipotong-pot

ong kira-kira sebesar bola pingpong dan keju dimatangkan sekitar 2-4 minggu.

Gambar : Camembert



3. Keju iris semikeras, yang walaupun agak empuk, jika diiris memiliki bentuk yang tetap. Contohnya Bel Paese dari Italia. Sebagian besar blue cheese termasuk golongan ini, misalnya Stilton dari Inggris, Gorgonzola dari Italia, Roquefort dari Perancis, dll.

Gambar : Gorgonzola





4. Keju iris. Jenis yang terkenal misalnya Edamer dan Gouda dari Belanda, serta Cheddar dari

Inggris

. Keju Kraft yang kita kenal di Indonesia adalah juga jenis Cheddar. Dalam pembuatannya, gumpalan dipotong-potong sebesar kacang polong dan keju dimatangkan antara 4-12 minggu.

Gambar : Keju Gouda




5. Keju keras. Dalam proses pembuatannya, gumpalan dipotong menjadi bagian yang sangat halus, kira-kira sebesar butiran gandum. Masa pematangannya minimal 3 bulan. Keju yang sangat keras kadang dimatangkan sampai 3 tahun, dan biasa dinikmati dengan cara diparut, misalnya Parmesan dari Italia. Contoh lain dari keju keras adalah Emmentaler dari Swiss. Keju jenis ini biasanya sangat tahan lama

Gambar : Parmesan


sumber : cheesecyclopedia, infogue.com

Label: ,